Menyerapi Kehidupan Pedesaan di Legung Luwing

Siapa yang tak mengenal Bali? Bukan hanya di seantro negeri ini saja, orang-orang asing begitu kenal dan bahkan cinta terhadap alam Bali yang memesona. Tak hanya Raja Pop Dunia yang kematiannya begitu menuai kontroversi besar Michael Jackson yang berniat untuk memiliki Bali. Juga banyak turis-turis mancanegara yang ternyata lebih tahu Bali ketimbang Indonesia yang notabene sebagai sebuah negara dimana Bali terdapat didalamnya.

Masyarakat Bali juga dikenal kuat dalam memegang tradisi serta adat istiadat yang telah berumur ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. Salah satu daerah yang masih begitu melestarikan tradisinya yaitu Legung Luwing. Di Legung Luwing menawarkan suasana yang mengesankan tentang kehidupan alam pedesaan Bali yang masih sangat asri dengan aktifitas-aktifitas keseharian penduduknya.

Kental Budaya dan Tradisi

Parawisatawan yang datang, baik domestik maupun mancanegara yang datang ke lokasi ini akan diajak melihat bangunan-bangunan desa yang masih tampak tradisional. Juga mereka bisa mengunjungi areal pesawahan dan bisa ikut membajaknya (jika mau), menanam padi atau menuainya. Menyaksikan secara langsung petani yang tengah menurunkan air nira dari pohon enau yang merupakan bahan dasar minuman tuak khas Bali, melihat dan mencoba cara membuat gula merah dengan tungku tradisional menggunakan kayu bakar.

Wisatawan juga diajak mengunjungi kebun tropis yang didalamnya terdapat berbagai macam pohon buah-buahan dan tamanan keras mulai dari nangka, mangga, durian, nanas, manggis, rambutan, salak, sawo, kakao, kopi, vanili, kelapa dan lain-lain. Maksud dan tujuan menunjungi ke kebun ini agar wisatawan yang saat ini hanya tahu bentuk buahnya saja dapat juga mengetahui bentuk pohonnya.

Awal mula Legung Luwih ini dijadikan salah satu objek wisata atas dasar kesadaran masyarakat sekitar dan melihat kondisi desa yang masih tradisional yang masih berpegang teguh dengan adat dan tradisi sehinga  cocok untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata di Bali, belum lagi kalau dilihat dari kondisi wisatawan saat ini yang mulai jenuh terhadap bentuk wisata konvensional dan mulai beralih ke objek wisata yang bersifat alami.

Lokasi

Legung Luwing yang berada di Desa Tunjuk Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Jarak tempuh untuk sampai kelokasi kira-kira 28 km dari Denpasar dan lebih kurang 120 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai Bali bila menggunakan kendaraan bermotor.

Klik Spot Wisata di Bali yang lainnya!

Selamat Berkunjung!

 

Incoming search terms:

  • kehidupan pedesaan
  • jarak ubud ke desa tunjuk

Spot Wisata , , ,

Related Listing

Trackbacks For This Post

  1. […] Jemeluk dan Amed berada di kawasan yang termasuk Desa Purwakerti Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. […]

1 Review

  1. Nuansa Surgawi di Jemeluk dan Amed | Wisata Bali, 6 years ago

    […] Jemeluk dan Amed berada di kawasan yang termasuk Desa Purwakerti Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. […]

       -  

Review has already been inserted from this machine. So no other reviews are allowed from this machine on this post.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Inquiry

Captcha Verification
captcha image
Hotel Murah di Bali
by Hotel Murah