Mengenal Penjor

Dalam konstruk budaya dan keagamaan masyarakat Hindu Bali, sudah tak asing lagi dengan yang namanya Penjor. Mungkin Anda baru mengetahui atau mendengarnya? Secara umum, penjor ini terbagi menjadi dua yakni “Penjor Sakral” dan “Pepenjoran” yang merupakan bagian dalam setiap kegiatan sakral upacara keagamaan seperti Galungan atau upacara Piodalan.

Pengertian

Penjor menurut Putu Sudarsana, diartikan sebagai “Pengajum” atau “Pengastawa” yang memiliki pengertian sebagai “sarana untuk melaksanakan pengastawa”. Ketika merayakan upacara keagamaan, secara umum umat Hindu Bali membuat Penjor yang akan dipasang dan ditancapkan pada lebuh di depan rumah sebelah kanan sebelum masuk ke pekarangan. Apabila rumah berposisi ke Utara maka Penjor akan ditancapkan di sebelah Timur.

Bahan Penjor ini terbuat dari bambu yang ujungnya melengkung sekitar 10 meter, serta dihiasi dengan janur atau daun enau yang masih muda. Perlengkapan Penjor yakni Pala Bungkah (sejenis umbi-umbian seperti ketela rambat), Pala Gantung (kelapa, mentimun, pisang), Pala Wija (jagung, padi), yang dilengkapi dengan sesajennya. Pada bagian ujung penjor digantungkan Sampiyan Penjor lengkap dengan Porosan dan Bunga.

Tujuan dari pemasangan Penjor sendiri sebagai swadharma umat Hindu dalam mewujudkan rasa terima kasih dan baktinya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penjor juga bisa diartikan sebagai tanda terima kasih manusia kepada Widhi Wasa atas kemakmuran dan pelimpahan rezeki yang diberikannya. Adapun penggambaran dari bambu tinggi yang melengkung yakni perlambang dari gunung yang tinggi sebagai tempat yang suci dan tempat tinggalnya para Dewa.

Adapun unsur-unsur yang menjadi kelengkapan Penjor yakni:

  • Kain putih yang terdapat pada penjor sebagai perlambangan kekuatan Hyang Iswara.
  • Bambu sebagai simbul dan kekuatan Hyang Brahma.
  • Kelapa sebagai simbul kekuatan Hyang Rudra.
  • Janur sebagai simbul kekuatan Hyang Mahadewa.
  • Daun-daunan (plawa) sebagai simbul kekuatan Hyang Sangkara.
  • Pala bungkah, pala gantung sebagai simbol kekuatan Hyang Wisnu.
  • Tebu sebagai simbul kekuatan Hyang Sambu.
  • Sanggah Ardha Candra sebaga: simbol kekuatan Hyang Siwa, dan
  • Upakara atau upacara sebagai simbul kekuatan Hyang Sadha Siwa dan Parama Siwa.

Klik festival Bali yang lainnya!

Selamat Berkunjung

Incoming search terms:

  • penjor bali
  • penjor
  • gambar penjor
  • gambar penjor bali
  • pengertian penjor
  • foto penjor
  • masyarakat hindu bali
  • makna penjor
  • penjor janur
  • bagian-bagian penjor

Festival , , ,

Related Listing

Place Your Review

Rate this place by clicking a star below :

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Inquiry

Captcha Verification
captcha image
Hotel Murah di Bali
by Hotel Murah